Category: Bola Berita

July 16th, 2018 by Gunawan Syamsul

Gosip mengenai pemecatan Antonio Conte di Chelsea telah bermunculan lumayan lama di beberapa media berita bola. Dari hasil negatif di hari pembukaan atas Burnley hingga sampai final FA Cup kompetisi musim kemarin, laki-laki Italia tersebut amat sering diberitakan bakal diberhentikan. Calon terdepan untuk mengambil alih jabatannya di Stamford Bridge rasa-rasanya merupakan bekas boss Napoli Maurizio Sarri. Posisi Sarri di San Paolo telah diganti oleh mantan bos Chelsea, Carlo Ancelotti. Malah sehabis satu bulan meraih FA Cup, mantan boss Juventus tersebut tetap ada di Chelsea. Terdapat sejumlah problem tentang pemecatan Conte dan kondisi makin rumit sebab klausul rilis Sarri bersama Napoli. Conte tidak mau untuk mengambil pekerjaan lainnya, dan bila Chelsea memberhentikannya, mereka mesti bayar kompensasi penuh setahun kesepakatannya yang tersisa. Sementara itu, Sarri tetap terikat komitmen dengan Napoli sebab mereka tidak memecatnya. Chelsea mesti bayar Napoli untuk Sarri namun mereka tak bersedia. Jadi di tengah segala kerumitan ini, sejumlah orang menyarankan jika Roman Abramovich barangkali mesti memberikan Conte 1 peluang lagi. Di bawah ini merupakan 4 alasan Kenapa Chelsea mesti terus mempertahankan Conte dan tak menunjuk Sarri sebagaimana menurut livescore Liga Inggris.

Sang Jawara РMenyukai ataupun tidak, Conte merupakan pemenang dan ia paham cara untuk meraih kemenangan. Rekornya di Juventus dan Chelsea merupakan bukti. Dengan Juventus, ia meraih 3 title Serie A secara terus menerus dan meletakkan pondasi keberhasilan di sini. Di Chelsea, ia meraih Premier League di kompetisi musim perdananya dan Piala FA di tahun selanjutnya. Sementara Sarri yang berumur 59 tahun tidak meraih apa-apa dengan seluruh tim yang ia pegang selama ini. Walaupun sepuluh tahun sedikit tua dari Conte, menurut berita Liga Inggris ia tak paham bagaimana meraih trofi sedangkan Conte paham apa yang dibutuhkan untuk meraih title. Di samping itu, Sarri cuma menjanjikan sepak bola yang keren, sedangkan Conte menjanjikan trofi dan Chelsea udah pasti ingin trofi.

Sejarah – Luiz Felipe Scolari mengambil alih posisi panas di Stamford Bridge di 2008 dan sebab hasil jelek ia lalu diberhentikan sehabis bertugas sepanjang 7 bulan. Tidak sedikit yang mengklaim jika ia telah kehilangan ruang ganti dan ia tak lancar berbahasa Inggris hingga jadi salahsatu alasan Kenapa ia diberhentikan. Namun salahsatu alasan besar Kenapa ia diberhentikan merupakan sebab strateginya. Scolari sedikit menyukai bermain sepakbola menyerang, dan punggawa Chelsea tak terbiasa berlaga demikian, sebagai dampaknya mereka kesusahan. Di dalam laga raksasa Chelsea tak sempat dapat bangkit dan tumbang ketika mereka bermain sepak bola menyerang. Sementara itu, Sarri jua sedikit menyukai berlaga sepak bola menyerang, dan Chelsea kali ini tak terbiasa bermain sepak bola demikian. Sebagaimana Scolari, website livescore Liga Spanyol online mengatakan ia barangkali jua kesulitan untuk mendapat yang paling baik dari Chelsea sekarang dan menciptakan keadaan jadi sedikit jelek di Stamford Bridge.

DNA – Semenjak Roman Abramovich mengambil alih Chelsea di 2003, mereka dapat dikatakan jadi tim sangat sukses di Inggris semenjak 2003. Seperti yang banyak beredar di media online salah satunya Liga Jerman ini, The Blues sukses meraih 5 gelar Premier League, 5 FA Cup, 3 Piala Liga, 1 Liga Champions, dan 1 Liga Eropa. Seluruh trofi ini merapat ke Stamford Bridge dengan gaya sepak bola defensif yang dimainkan tim. Memainkan sepak bola bertahan terdapat di didalam DNA mereka dan ditanamkan oleh Jose Mourinho sepanjang kompetisi musim perdananya di Inggris. Gaya permainan-permainan kayak itu barangkali tak begitu keren, tapi amat efektif dan faktanya mereka dapat mendapat trofi. Ini merupakan keindahan yang dipunyai Chelsea bila dibangdingkan tim lainnya. Tim lainnya memainkan sepak bola menyerang seperti Arsenal, Tottenham, Manchester City, Manchester United (sebelum Jose Mourinho). Sepak bola bertahan memberikan Chelsea keunikan dan ini terdapat di di dalam DNA mereka. Sarri bukan boss yang mempunyai DNA sepak bola Chelsea. Malah ia amat berlawanan sebab ia memainkan sepak bola menyerang.

Conte Patut Mendapatkan Peluang Lagi – Tidak sedikit yang mengungkapkan Conte mesti hijrah, tapi menurut kami yang merupakan berita livescore Liga Italia, terdapat sejumlah alasan Kenapa ia layak mendapatkan 1 peluang lagi di Stamford Bridge. Pilihan melego Diego Costa dibuat di Musim dingin, dan sikap jelek Costa yang mengakibatkan ia hijrah. Di awal kompetisi musim, Costa datang pada Conte dan mengungkapkan jika ia mau hijrah. Namun Costa mengungkapkan dengan terbuka jika ia memperoleh pesan teks bila ia telah tak lagi diharapkan. Di samping itu, pilihan melego Matic tidaklah dari Conte, tapi dari manajemen Chelsea. Orang bakal mengungkapkan jika Conte telah mengecam manajemen Chelsea dengan terbuka, tapi apa yang menjadikannya melakukannya? Udah pasti jika manajemen Chelsea tak memberikan support keuangan namun menginginkan memperoleh trofi. Conte tak berhasil masuk semifinal dengan 5 angka, dan tertendang dari Liga Champions bukanlah sebab strateginya yang jelek tapi sebab kekeliruan individu. Ia mau menaikkan kedalamannya tim tapi manajemen enggan membantunya. Menimbang semua ini, ia mesti dikasih peluang lainnya, bila tidak Roman Abramovich barangkali bakal membikin kekeliruan yang sama kayak dengan Jose Mourinho di tahun 2007.

Posted in Bola Berita Tagged with: ,

July 16th, 2018 by Gunawan Syamsul

Argentina akhirnya sukses melaju menuju fase 16 besar, di Piala Dunia 2018. Keunggulan vs Nigeria menjadikan mereka tak balik lebih cepat dari Rusia. Performa Argentina di Piala Dunia tahun ini emang tak begitu mempesona. Sehabis seri vs Islandia, La Albiceleste keok dari Kroasia. Tapi, mereka dapat selamat sehabis menghancurkan Nigeria. Argentina bakal berjumpa dengan Prancis di fase 16 besar di 30 Juni yang akan datang. Tapi, armada Jorge Sampaoli jelas takkan sederhana membungkam serangan semua punggawa Prancis. Dibawah ini 4 punggawa yang bakal amat vital di dalam jalan Argentina di fase knock out sebagaimana menurut Sportskeeda yang kami sadur dari prediksi pertandingan bola.

Franco Armani – Walaupun bukanlah nama yg tersohor di dunia sepak bola, Armani dapat dikatakan menjadi salahsatu penjaga gawang terbeken di Amerika Sebelah selatan. Jorge Sampaoli tak dapat memboyong Sergio Romero di Piala Dunia dan juga mendapatkan kecaman sebab mencadangkan Franco Armani daripada Willy Caballero. Tapi, hasil negatif 0-3 vs Kroasia mendesak Argentina menurunkan Armani tuk laga vs Nigeria. di dalam debutnya, Armani menciptakan sejumlah penyelamatan vital di dalam laga vs team Afrika. Nigeria dapat membikin skor lebih banyak bila ia tak menciptakan penyelamatan cemerlang ini. Punggawa berumur 31 tahun tersebut terkesan sangat sempurna dari Caballero. Fungsi Armani dibawah mistar bakal memainkan fungsi vital untuk Lionel Messi dkk yang bakal melawan Prancis di fase 16 besar. Ia musti ada di dalam kondisi cemerlangnya tuk menghentikan semua superstar Prancis.

Marcos Rojo – Punggawa Manchester United tersebut merupakan pahlawan Argentina ketika vs Nigeria. Rojo yang jadi starter di dalam laga Argentina vs Islandia di laga pembuka, diabaikan oleh Sampaoli saat ia memakai formasi 3-4-2-1 vs Kroasia. Seperti yang kita lihat dari statistik livescore bola ini, sehabis strategi itu jadi malapetaka, Albiceleste berganti menuju 4-4-2 tuk laga vs Nigeria, lalu Marcos Rojo ada di jantung lini belakang Argentina. Di samping membikin skor kemenangan yang vital, Rojo yang mempunyai pengalaman berlaga di Piala Dunia 2014 di Brasil berlaga sensasional vs team Afrika. Sehabis tak diturunkan di dalam laga Kroasia, Rojo di dalam kondisi segar serta amat bersemangat tuk main dan jadi pembeda di dalam laga vs Nigeria. Perannya di lini pertahanan bakal jadi inti keberhasilan Argentina di fase 16 besar vs Prancis. Ia harus mengulangi penampilannya tuk menghentikan barisan depan Prancis yang tangguh sebab berisi Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan juga Olivier Giroud.

Ever Banega – Banega jadi starter di Piala Dunia 2018 ketika vs Nigeria kemudian performanya amat sensasional. Maka, lumayan mengejutkan Kenapa Jorge Sampaoli tak menurunkan sang pemain gelandang menjadi starter di dalam 2 laga grup tadinya. Kehadiran Banega dapat dikatakan menciptakan perbedaan untuk orang Argentina yang amat memerlukan keunggulan. Playmaker Sevilla tersebut mengirim operan brilian tuk skor pembuka Lionel Messi di laga vs Nigeria. Bila Banega balik berlaga istimewa dengan Messi di fase 16 besar vs Prancis, ke-2 punggawa tersebut barangkali bakal amat sukar tuk dihentikan.

Lionel Messi – Tiada punggawa yang lebih sempurna dari Lionel Messi tuk menghantarkan Argentina memenangi Piala Dunia 2018. Messi sudah memperlihatkan tajinya di laga vs Nigeria. Dia memecah kebuntuan di menit ke 14 dengan membikin skor brilian sehabis menyambut operan Ever Banega. Messi mendapatkan sejumlah kecaman sebab tak berhasil mengeksekusi penalti ketika vs Islandia kemudian penampilan yang jelek ketika vs Kroasia. Tapi ia dapat menghancurkan seluruh kecaman dengan penampilan gemilang vs Nigeria dan menegaskan dirinya menjadi salahsatu punggawa terdahsyat dunia. Superstar Barcelona tersebut harus kembali memperlihatkan sihirnya di fase 16 besar vs Prancis tuk memprotek kemenangan untuk Argentina.

Posted in Bola Berita Tagged with:

January 25th, 2016 by Gunawan Syamsul

Skandal suap Liga Italia Serie A 2006 yang didalam bahasa Italia suka disebut dengansebutan ala sana, Calciopoli atau Moggiopoli, kadang juga dijuluki sebagai Calciocaos. Skandal itu sendiri melibatkan 2 divisi profesional sangat tinggi di kejuaraan sepakbola Italia, yakni Serie A dan Serie B. Skandal suap liga italia ini akhirnya tersingkap pada bulan Mei 2006 oleh kepolisian setempat Italia. Skandal suap tersebut melibatkan jawara serie A, Juventus, dan klub besar serie A, beberapa diantaranya adalah Fiorentina, AC Milan, Lazio, dan Reggina. Skandal suap itu tersingkap saat sejumlah transkrip diskusi dari telepon yang memperlihatkan jaringan hubungan yang melibatkan manager tim dan organisasi para wasit yang turut ikutan didalamnya soal skandal suap Serie A 2006 ini.

Calciopoli

Skandal suap itu pertama kali tersingkap karena maraknya penyelidikan yang dilaksanakan oleh sang jaksa kepada salah satu badan agensi sepakbola sangat ternama di Italia, yakni GEA World. Sehabis direkam, transkrip percakapan telepon itu kemudian disiarkan melalui koran Italia. Disana diungkapkan bila selama musim 2004-2005, direktur umum dari kesebelasan Juventus, Luciano Moggi dan Antonio Giraudo terbukti mengerjakan percakapan pada orang-orang pejabat yang asalnya dari sepakbola Italia untuk mempengaruhi terkait penunjukan wasit. Julukan Calciopoli atau bisa ditafsirkan dengan sebutan gampanya “Footballville”, yakni merupakan adaptasi dari ironisnya Tangentopoli alias “Bribesville”, yang salah satu nama yang sudah diberikan pada orang-orang klientelisme yang menjalankan korupsi sepanjang proses penyelidikan Mani Pulite di awal tahun 1990an. Calciopoli pun lebih dikenal seperti Moggiopoli, ketika muncul nama Luciano Moggi, ataupun Calciogate, pun di mana dari Skandal Watergate berlangsung, walaupun istilah itu sangat jarang dipakai.

Pada 4 Juli 2006, jaksa Federasi Sepakbola Italia setempat dimana salah satu kota Italia, Stefano Palazzi sudah menyerukan setiap nama dari 4 klub yang berkaitan dengan skandal pengaturan skor laga agar didegradasi dari kejuaraan Serie A. Stefano Palazzi pun menyerukan bila Juventus musti turun ke kasta Liga Italia Serie C1 atau paling tidak (pernyataannya itu menyatakan bila Juventus wajib kena sanksi didegradasi menuju kasta yang kian rendah dari Liga Italia serie B, tanpa dirinya mengatakan divisi yang khusus) lalu untuk klub Fiorentina juga Lazio, dua klub itu setidaknya didegradasi menuju Serie B. Stefano Palazzi pun meminta supaya hukuman pengurangan poin diterapkan juga (berkurangnya 6 poin tuk Juventus, 3 poin tuk Milan, serta 15 poin buat Fiorentina serta Lazio). Jaksa pun meminta supaya gelar Juventus musim 2005-2006 juga dilucuti.

Sementara tuk kasus Reggina tanggal 13 Agustus, agen bola ini mengungkapkan jaksa membrikan proposal tuntutan pada Reggina supaya beberapa klub tersebut diturunkan ke kasta Liga Italia Serie B dan dikenakan sanksi pengurangan hingga 15 poin. Pada tanggal 17 Agustus, hukuman tuk Reggina dikurangi jadi pengurangan 15 poin, tetapi mereka tak terdegradasi dari Serie A. Disamping itu, klub itu juga didenda senilai atau sebanding dengan 68.000 Euro, sedangkan itu presiden klub, Pasquale Foti pun didenda seharga 20.000 Euro dan dilarang beraktivitas di dunia olahraga sepak bola sepanjang 2 setengah tahun.

Posted in Bola Berita Tagged with: