January 25th, 2016 by Gunawan Syamsul

Skandal suap Liga Italia Serie A 2006 yang didalam bahasa Italia suka disebut dengansebutan ala sana, Calciopoli atau Moggiopoli, kadang juga dijuluki sebagai Calciocaos. Skandal itu sendiri melibatkan 2 divisi profesional sangat tinggi di kejuaraan sepakbola Italia, yakni Serie A dan Serie B. Skandal suap liga italia ini akhirnya tersingkap pada bulan Mei 2006 oleh kepolisian setempat Italia. Skandal suap tersebut melibatkan jawara serie A, Juventus, dan klub besar serie A, beberapa diantaranya adalah Fiorentina, AC Milan, Lazio, dan Reggina. Skandal suap itu tersingkap saat sejumlah transkrip diskusi dari telepon yang memperlihatkan jaringan hubungan yang melibatkan manager tim dan organisasi para wasit yang turut ikutan didalamnya soal skandal suap Serie A 2006 ini.

Calciopoli

Skandal suap itu pertama kali tersingkap karena maraknya penyelidikan yang dilaksanakan oleh sang jaksa kepada salah satu badan agensi sepakbola sangat ternama di Italia, yakni GEA World. Sehabis direkam, transkrip percakapan telepon itu kemudian disiarkan melalui koran Italia. Disana diungkapkan bila selama musim 2004-2005, direktur umum dari kesebelasan Juventus, Luciano Moggi dan Antonio Giraudo terbukti mengerjakan percakapan pada orang-orang pejabat yang asalnya dari sepakbola Italia untuk mempengaruhi terkait penunjukan wasit. Julukan Calciopoli atau bisa ditafsirkan dengan sebutan gampanya “Footballville”, yakni merupakan adaptasi dari ironisnya Tangentopoli alias “Bribesville”, yang salah satu nama yang sudah diberikan pada orang-orang klientelisme yang menjalankan korupsi sepanjang proses penyelidikan Mani Pulite di awal tahun 1990an. Calciopoli pun lebih dikenal seperti Moggiopoli, ketika muncul nama Luciano Moggi, ataupun Calciogate, pun di mana dari Skandal Watergate berlangsung, walaupun istilah itu sangat jarang dipakai.

Pada 4 Juli 2006, jaksa Federasi Sepakbola Italia setempat dimana salah satu kota Italia, Stefano Palazzi sudah menyerukan setiap nama dari 4 klub yang berkaitan dengan skandal pengaturan skor laga agar didegradasi dari kejuaraan Serie A. Stefano Palazzi pun menyerukan bila Juventus musti turun ke kasta Liga Italia Serie C1 atau paling tidak (pernyataannya itu menyatakan bila Juventus wajib kena sanksi didegradasi menuju kasta yang kian rendah dari Liga Italia serie B, tanpa dirinya mengatakan divisi yang khusus) lalu untuk klub Fiorentina juga Lazio, dua klub itu setidaknya didegradasi menuju Serie B. Stefano Palazzi pun meminta supaya hukuman pengurangan poin diterapkan juga (berkurangnya 6 poin tuk Juventus, 3 poin tuk Milan, serta 15 poin buat Fiorentina serta Lazio). Jaksa pun meminta supaya gelar Juventus musim 2005-2006 juga dilucuti.

Sementara tuk kasus Reggina tanggal 13 Agustus, agen bola ini mengungkapkan jaksa membrikan proposal tuntutan pada Reggina supaya beberapa klub tersebut diturunkan ke kasta Liga Italia Serie B dan dikenakan sanksi pengurangan hingga 15 poin. Pada tanggal 17 Agustus, hukuman tuk Reggina dikurangi jadi pengurangan 15 poin, tetapi mereka tak terdegradasi dari Serie A. Disamping itu, klub itu juga didenda senilai atau sebanding dengan 68.000 Euro, sedangkan itu presiden klub, Pasquale Foti pun didenda seharga 20.000 Euro dan dilarang beraktivitas di dunia olahraga sepak bola sepanjang 2 setengah tahun.

Posted in Bola Berita Tagged with: